Kamis, 14 Februari 2013

(semacam) Catatan Kecil Penghantar Tidur

Tiba-Tiba Ada Lagi
   Sudah lama sekali rasanya aku tidak bercengkrama dengan sastra. Tak memeluk kata agar ia dapat menyatu dengan ragaku. Tak mencoba berlari mengejar inspirasi yang datang lalu seenaknya pergi. Aku hanya diam saja disini; tak melakukan apa-apa.
   Sampai kemudian, rasa itu datang lagi.
   Aku sedang berbaring di tempat tidurku. Menunggu mataku terpejam. Lalu tiba-tiba inspirasi itu datang. Mereka tak cepat pergi justru berterbangan di atas kepalaku banyak sekali. Seperti kupu-kupu. Indah. Mungkin mereka minta di tangkap.
   Jadi aku menangkap satu.
   Aku simpan di bawah bantal, untuk kapan-kapan akan aku ambil sebagai kopi hangat diantara percakapanku dengan sastra. Mungkin, siapa tahu?
12-02-2013
21:18

Tiga Kenyataan
   Akan kutuliskan tiga kenyataan yang -semoga- dapat membuatmu melihat ke arahku sebentar saja.
   Kenyataan pertama adalah bahwa aku mencintaimu. Tak perlu banyak alasan untuk mengutarakan ini. Karena kebanyakan cinta hadir tanpa alasan yang pasti. Aku hanya senang memotret setiap tindakan yang kau lakukan lalu memutarnya kembali saat aku akan terlelap. Semacam lagu penghantar tidur. Setelah itu, aku akan menemukan diriku tersenyum sendirian.
   Kenyataan kedua adalah bahwa aku selalu menjadi orang lain. Aku iri terhadap mereka yang -dulu- dengan mudah mengatakan rindu padamu tanpa malu-malu; sedang aku harus menuliskan rindu itu pada sajak setiap malam. Secara diam-diam. Tanpa tahu kapan kau akan membacanya.
   Kenyataan terakhir adalah bahwa aku adalah arah yang membawamu kembali ke jalan pulang. Aku yang banyak berjuang untuk mendapatkan sedikit penerangan darimu. Lihatlah kemari sebentar, Sayang. Aku telah banyak berjuang untuk mendapatkan sedikit perhatian. Darimu.
13-02-2012
20:45

Wangi Hujan
   Wangi hujan semalam masih terasa. Dari tempatmu, dia mengetuk-ngetukkan rindu yang sudah lama usang oleh waktu. Di tempatku, dia menuliskan cerita yang takkan pernah habis kita baca.
   Wangi hujan lalu jatuh; menyerbak setiap kenangan yang telah kau simpan rapi dalam lemari. Dan angin membawakannya untukku. Untuk kita jenguk sekali. Kemudian pergi.
13-01-2013
22:30

Percakapan Dalam Kamar
   Ponsel itu lagi-lagi memperdengarkan musik dari mulutnya. Semakin lama semakin keras. Semakin menyayat hati siapapun yang mendengarnya. Sedangkan si empunya ponsel hanya diam saja disana; diantara air mata yang bercerita kepada bantal kamar. Semakin lama semakin keras. Semakin menyayat hati siapapun yang melihatnya.
   "Kenapa lagi dia?" bisik salah satu novel di ujung rak belajar.
   Yang lain hanya mengangkat bahu, acuh tak acuh.
   "Kasian ya. Juragan kita tak pernah bahagia sepertinya," kini isi mading yang geleng-geleng.
   "Sudahlah, biarkan saja catatan kecil dalam ponsel yang mengetahui apa yang terjadi kali ini. Lebih baik kita tidur saja." setelah itu hanya hening yang bercengkrama dengan ponsel yang masih menyala.
   Tuhan, tak adakah sedikit ruang kebahagiaan untukku? Mengapa lagi-lagi pengkhianatan?
   Si empunya berbisik pada catatan kecil. Sedang matanya kini terlelap dengan luka yang belum juga terusap.
   "Semoga Tuhan memberikan kekuatan lewat tulisannya malam ini."
   Bantal hanya mengangguk sambil terus mengusap air mata yang tak mau juga menjadikan dirinya tiada.
24-12-2012
21:24

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Sumber : http://kolombloggratis.blogspot.com/2011/03/tips-cara-supaya-artikel-blog-tidak.html#ixzz2NEfURgcc