Sabtu, 24 November 2012

Hujan, Senja, dan Jendela


Hujan tak juga reda. Di sampingnya, jendela membiarkan setiap buliran air yang jatuh ke tubuhnya begitu saja. Sesekali –dari balik jendela, ku dengar mereka berdebat. Mencoba menyatukan pendapat.
“sejak kapan cinta ada?” tanya hujan, mengeraskan suaranya.
“sejak jejakmu hinggap pada setiap harap di mataku.”
Hujan tertawa. “klise. Sudah terlalu biasa aku mendengar alasan itu. Lagipula, bukankah setelah aku tiada, senja akan datang memberikan jingganya?”
“tapi jejakmu tetap berada di sana. Membekas, tak terlepas.” Sahut jendela, ia mengusap titik-titik air yang sekarang sudah membasahi seluruh tubuhnya, memberikan sedikitruang –kemudian dirinya menghela nafas,“karena cinta adalah cahaya yang membuatmu ada.” Lanjutnya. Tersenyum.
            Kemudian hujan hilang, sejenak setelah senja datang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Sumber : http://kolombloggratis.blogspot.com/2011/03/tips-cara-supaya-artikel-blog-tidak.html#ixzz2NEfURgcc