Senin, 05 November 2012

Dinding Kenangan


Terkadang, lenganku selalu ingin menembus dinding kenangan itu. Membuka rahasia di setiap celahnya. Air mata mengiringi lentiknya jemariku, dengan kuku-kuku yang mengais pada semua hal manis.

Aku ingat, bagaimana dirimu membangun dinding itu. Bersama segala senyap dalam kukuh-kukuh hatiku yang lindap. Senja itu telah lama kembali di wajahmu, sekejap setelah harap dalam tubuhku mengendap.

Mungkin, waktu sengaja memisahkan kita. Aku melihatnya, saat api jiwamu membakar semua rasa dalam tubuhku. Angin membawa segala yang ku punya –segala kenangan kita.

Aku ingin menjadi asap di balik dinding kenangan itu. Mengudara bersama rasa, kemudian akan kau hirup selamanya. Aku ingin kau tahu bagaimana aku bisa tertawa bahagia; dengan cara yang sederhana.

28-10-2012
21:43  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Sumber : http://kolombloggratis.blogspot.com/2011/03/tips-cara-supaya-artikel-blog-tidak.html#ixzz2NEfURgcc